Sabtu, 23 Juni 2012

Visi Pramuka

Visi dasar kepanduan sejak awal didirikan Baden Powel berada pada wilayah pendidikan nonformal sehingga berada pada ruang keterbukaan dalam melakukan penguatan, perubahan, dan kreativitas untuk kemajuan bagi anggotanya. Ini berbeda dengan pendidikan formal-informal yang dipenuhi birokrasi, prosedur, dan kekakuan-kekakuan. Pramuka memilik gerak yang lebih lincah dalam berinteraksi dengan perkembangan dunia luar yang demikian dinamis dan terus melesat cepat. Apalagi dalam AD/ART gerakan Pramuka tegas mengamanatkan bahwa Pramuka bertujuan membina mental-spiritual bagi generasi muda. Pramuka dapat diharapkan perannya yang lebih besar karena problem mental spiritual inilah yang saat ini menjadi penyakit krusial bangsa ini, termasuk pada generasi mudanya.

Terlebih, hingga hari ini, Pramuka bisa dikatakan sebagai satu-satunya organisasi kepemudaan di negeri ini yang paling steril dari hiruk-pikuk kepentingan ekonomi politik. Hampir tidak pernah ada kekisruhan di dalam Pramuka. Pramuka benar-benar bercitra bening, suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Keunggulan inilah yang menyebabkan Pramuka dapat dengan tanpa hambatan masuk ke segala jenis dan jenjang pendidikan dari tingkat terendah hingga perguruan tinggi, bahkan di tengah-tengah masyarakat.

Keunggulan legitimasi yang demikian sempurna, selayaknya para aktivis dan pelopor gerakan Pramuka senantiasa mengolah aspek-aspek pedagogis, andragogis, dan psikologis dalam mewujudkan watak luhur generasi muda bangsa dan mandiri dengan segala bekal keterampilan praktis. Ini bukan pekerjaan mudah di tengah krisis bangsa yang dalam; mental generasi muda yang gandrung keinstanan, alergi terhadap proses perjalanan. Di pihak lain, pendidikan formal hanya mampu meng-cover aspek sedikit dari ranah kognitif, sementara afeksi dan psikomotorik menjadi barang langka.

Amanat Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada Kongres 17 gerakan Pramuka di Jepang 1971 sangat luhur yang dalam mewujudkan kesiapan internal gerakan Pramuka yang paripurna. Anggota Pramuka bukan hanya dididik menjadi warga negara yang baik, tetapi juga menjadi manusia yang baik. Dalam rumusan pendidikan, Pramuka bertujuan membentuk good man (manusia yang baik), yaitu manusia yang berdaya, terdidik, dan berbudaya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar